Jayabaya Institute Gelar Kelas Jurnalistik Series

Oleh: AJI Kediri

Hasil Karya Penugasan Dipublikasikan ke Media Lokal

KEDIRI- Jayabaya Institute menggelar sekolah jurnalistik perdana di Sekretariat Aji Kediri Jalan Tinalan III, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Sekolah jurnalistik yang akan berlangsung selama 4 kali pertemuan itu dimulai pada Sabtu (23/07/2022). Peserta yang mengikuti kelas ini dibatasi hanya 15 orang. Mereka berasal dari komunitas pegiat literasi dan film, serta aktivis dari lembaga pers mahasiswa (LPM) se-Karesidenan Kediri dan Jombang.

Ketua Penyelenggara Sekolah Jurnalistik, Fadly Rahmawan menjelaskan, Jayabaya Institute merupakan lembaga pelatihan jurnalistik yang dibimbing oleh mentor dari berbagai platform media dari cetak, daring, hingga televisi. “Pelatihan dilakukan secara berkala. Ini komitmen kami di Jayabaya Institute, melahirkan jurnalis professional dan produk jurnalistik yang sesuai kaidah,” kata Fadly.

Karena itu, meski pesertanya mahasiswa dan komunitas, mereka diharapkan bisa mewartakan informasi dengan baik. Pelatihan ini tidak hanya memberikan teori kepada peserta tetapi juga melakukan praktik penulisan. “Tetap akan ada pendampingan,” lanjut pria asal Tulungagung itu.

Di kelas perdananya, Jayabaya Institute menghadirkan pemateri dari Redaktur Jawa Pos Radar Kediri, Anwar Bahar Basalamah. Didamping moderator sekaligus reviewer Rino Hayyu, materi untuk kelas pertama berkaitan dengan straight news.

Anwar Bahar Basalamah akrab di sapa Bas menyampaikan, materi dasar-dasar jurnalistik dan etika jurnalistik. Selain itu, ia juga berbagi pengalaman berupa tips-tips menulis berita yang baik kepada para peserta. “Bagaimana cara menulis (5W: what, who, why, when, where dan 1H: how) mendapatkan berita,” katanya.

Peserta antusias mengikuti materi pelatihan. Bahkan, mereka aktif bertanya tentang beragam hal yang berkaitan dengan penulisan berita hardnews. Peserta juga mengapresiasi keberadan Jayabaya Institute sebagai Lembaga pelatihan jurnalistik yang professional dengan pemateri yang kompeten di bidangnya.

Setelah mengikuti kelas penulisan straight news, peserta menindaklanjutinya dengan membuat berita. Temanya, peristiwa di sekitar peserta sekolah jurnalistik, dari kampus hingga lingkungan komunitas. Selama mengerjakan tugasnya, peserta mendapat pendampingan intensif dari mentor.

Pada pertemuan berikutnya pendamping akan berbagi pengalaman, memberikan masukan, dan asistensi kepada peserta. Hingga peserta mampu mencapai kompetensi yang diharapkan. Peserta diharapkan rutin membuat karya. Dengan cara itu ketrampilan menulis peserta terus terasah. Nantinya, karya peserta akan dipublikasikan di media massa maupun website yang di kelola peserta sendiri.

Rangkaian kelas jurnalistik series Jayabaya Institute ini di gelar dalam 4 kali pertemuan. Terdiri dari 2 sesi teori dan 2 sesi pendampingan. Materi penulisannya adalah straight news dan features.(Tim Jayabaya Institute)